Sunday, March 24, 2013

Tolitoli Punya Banyak Perguruan Tinggi


STIE MUJAHIDIN. Kabupaten Tolitoli, di Sullawesi Tengah, punya banyak perguruan tinggi, sehingga masyarakat setempat dan sekitarnya, tidak perlu lagi jauh-jauh meninggalkan Toltitoli kalau hanya ingin kuliah. Salah satu perguruan tinggi yang ada dan telah memberikan banyak kontribusi bagi pemerintah dan masyarakat di Tolitoli, yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mujahidin yang berada di bawah Yayasan Pembangunan dan Pendidikan (YPP) Mujahidin. (Foto: Asnawin)

Mahasiswa STIP Mujahidin Tolitoli Diberikan Ruang dan Fasilitas


WISUDA. Ketua STIP Mujahidin Tolitoli, Sulawesi Tengah, Ir Muhammad Akbar Syah (tengah) didampingi Ketua Yayasan Pembangunan dan Pendidikan Mujahidin Buol-Tolitoli, H Muhammad Alwy Fattah (kedua dari kiri), memimpin acara wisuda sarjana ke-10 dan Dies Natalis ke-19 STIP Mujahidin Tolitoli, di Labong Boki, Tolitoli, Sulawesi Tengah, Kamis, 27 Desember 2013. (Foto: Asnawin)

Tiga Peran Penting Perguruan Tinggi


PRASASTI. Menko Perekonomian Hatta Radjasa (tengah) didampingi Gubernur Sulteng Drs H Longki Djanggola (kedua dari kanan), Ketua Utama Alkhairaat Habib Saggaf Bin Muhammad Aldjufri MA (kedua dari kiri), dan Ketua Yayasan Alkhairaat Fadel Muhammad, sebelum menandatangani prasasti sekaligus peresmian Puskopontren Alkhairaat Binaan Universitas Alkhairaat, pada acara wisuda Universitas Alkhairaat, di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 22 Desember 2012. (Foto: Asnawin)

Eksistensi STKIP Muhammadiyah Bulukumba Tak Perlu Diragukan Lagi


PTS SEHAT. Perguruan tinggi yang sehat antara lain ditandai dengan besarnya minat masyarakat untuk menimba ilmu di perguruan tinggi tersebut dan banyaknya alumni yang dihasilkan setiap tahun melalui upacara wisuda secara terbuka. Kedua tanda atau syarat itu dimiliki Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. (Foto: Asnawin)

Banyak PTS yang Belum Mandiri




Kondisi PTS dewasa ini masih banyak yang belum mandiri, akibat adanya berbagai konflik internal dan rendahnya kepercayaan pihak eksternal (swasta dan pemerintah) dalam mendukung proses penyelenggaraan pendidikan. Sering terdengar dualisme kepemimpinan, integritas dosen yang rendah, aktivitas akademik yang kurang lancar, sarana dan prasarana yang kurang mendukung yang dihadapi PTS secara internal. Di sisi lain, respons untuk bekerjasama dan bermitra relatif kurang, bantuan dari pihak luar juga kurang, serta tidak ada fasilitator yang mendukung kelancaran proses penyelenggaraan pendidikan pada PTS.